App Inventor, menurut pemahaman saya yang masih dangkal, tentunya berdasar pengamatan sejauh ini, adalah aplikasi berbasis web yang dapat kita gunakan untuk membuat aplikasi android. Sebenarnya App Inventor juga tersedia dalam format offline (bisa diinstal di komputer) tetapi ada persyaratan-persyaratan tertentu yang mungkin ribet untuk dipenuhi oleh orang awam. Tidak hanya itu, tentunya versi offline memiliki keterbatasan-keterbatasan yang biasanya bisa disediakan oleh versi online-nya.

Moto yang diusung App Inventor adalah “Anyone Can Build Apps That Impact the World”. Pada laman getting started-nya, didefinisikan sebagai berikut:

App Inventor adalah tool berbasis cloud, yang memungkinkan kita bisa memuat aplikasi hanya dengan browser. Website app inventor dapat diakses di ai2.appinventor.mit.edu.

Hingga saat ini, App Inventor sudah tersedia hingga versi 2. Tentu ada perbaikan dan penambahan fitur di versi terbarunya. Walau demikian, versi 1 hingga saat ini masih disediakan. Mungkin bagi mereka yang belum bisa move-on, versi ini tetap dicari dan dibutuhkan.

Lalu, apa saja perbedaan versi 2 dan sebelumnya? Saya kutip dari website resminya di sini (http://appinventor.mit.edu/explore/ai2/whats-new.html), ada perubahan-perubahan di antaranya sebagai berikut:

  • App Inventor 2 sepenuhnya tersedia untuk versi web. Tidak ada lagi versi offline. Selain itu, v2 sudah tidak mengharuskan adanya plugin java di browser.
  • Ekstensi source code sekarang *.aia, kalau dulu *.zip
  • Dapat menambah screen baik pada mode designer maupun mode blok
  • Semua blok ada di sebelah kiri
  • Tambahan jenis blok baru “do then return”  dan “evaluate but ignore result”
  • Tidak ada blok “make text”, dicakup oleh blok “join”

Demikian sekilas tentang App Inventor.

Advertisements