Bagi pengguna Windows, hal ini mungkin merupakan hal yang mudah. Tetapi, bagi newbie pengguna OS Linux sepert saya mungkin tidak. Kronologinya begini: saya pernah menginstal apache sebagai web server. Setelah itu, saya menginstal phpmyadmin. Sayangnya, saya tidak begitu memperhatikan di mana file-file phpmyadmin itu terinstal. Beberapa hari kemudian, saya menguninstal apache karena lebih suka web server bawaan php. Lalu?

Lalu saya jadi jarang menggunakan phpmyAdmin. Tetapi kemudian ada file kompres yang harus saya import melalui phpmyadmin. Adminer andalan saya tidak menyertakan fitur import SQL terkompresi. Terpaksa deh, hidupkan lagi phpmyadmin.

Pertama, saya gunakan perintah `locate`.


$ locate phpmyadmin

Nah, dari sini saya kan tahu di mana lokasi instalan phpmyadmin. Selanjutnya tinggal saya jalankan perintah untuk menghidupkan webserver di foldernya phpmyadmin.


$ sudo php -S localhost:80 -t /usr/share/phpmyadmin

Advertisements